Beberapa hari yang lalu, saat aku dan teman sekamarku merencanakan jadwal harian dalam rangka menyambut kepulangan kami, tiba-tiba aku berfikir untuk ngadain buka berdua. Walaupun sebenarnya hampir tiap hari kami sahur dan buka berdua, hehehehehe… Waktu itu aku bilang “kapan kita buka berdua Nis?”, dengan gaya khasku. Anis pun menjawab “Ih…ngomongnya tu lho…kok aku jadi malu ya?”, hahahahaha…dasar Anis!! Gak da romantis-romantisnya, emang apa salahnya buka berdua denganku? Dengan sedikit paksaan, akhirnya dia setuju.
Renacananya buber-buka berdua- itu akan kami laksanakan hari selasa, tapi ternyata hari itu dia harus lembur. Bayangin aja, Romadhon?Lembur? deuh…dasar si Anis!! Sebel!! Gagal acara hari itu. Kamipun berencana mengganti esoknya, yaitu kemarin, Rabu, 17 sept 2008. Kami sepakat makan di Mie Kocok 88, selain jaraknya yang tidak begitu jauh dari kos, juga karena aku ada janji untuk membekam salah satu teman yang rumahnya berdekatan dengan lokasi.
Jam 15.45 saatnya pulang kantor, tapi kata Anis dia harus lembur karena kerjaannya yang kemaren belum kelar. Deu…aku mulai curiga, jangan-jangan gagal lagi ni acara, nasib…nasib…janjian ma orang sibuk… Aku pulang duluan, karena emang kalau nungguin Anis bisa jamuran aku dikantor.
Dikos, jam 16.45, si Anis belum menampakkan batang hidungnya, padahal dia gak pesek lho, hahahahahaha… Karena curiga akan gagal lagi acara, aku mulai bermalas-malasan. Aku tidur2an. Hingga, suara langkah yang sangat kukenal itu terdengar, dekat, makin mendekat ke pintu kamar. Ternyata memang benar, Anis pulang dengan wajah suntuknya. Pasti ada apa-apa ni dikantor. Seperti biasa, aku hanya diam jika mendapati raut wajah Anis yang seperti ini. Aku cuma bisa bilang “Sabar to…”, sepertinya aku memang bukan sahabat yang baik, aku hanya bisa diam jika sahabatku ini sedang suntuk.
Kami putuskan aku yang mandi lebih dulu, karena sesuai kesepakatan, kami akan berangkat ketempat buka jam 18.00. Aku ambil handuk, lalu aku liat dideket jemuran, ada yang lucu. Teman kami sepertinya sedang gandrung dengan warna merah dan oranye, karena pakaiannya yang berwarna merah dan oranye dijemur semua. Aku tertawa melihatnya. terpikir untuk ngasi tau ke Anis, “hei…nis, sini deh, jemurannya lucu lho, warnyanya bagus tu… Liat deh”, tapi dasar si Anis, sepertinya dia gak mau bergeming.
Selesai mandi, giliran Anis yang mandi, dia ngambil handuk ditempatku tadi mengambil handuk, dia berkata “iya ya…lucu…” hmmm…mau ketawa juga dia, legaaaaaa… Kusahut “kan dah kubilang lucu, dua baris jemuran isinya pakaian warna merah ma oranye semua. Kayaknya mereka lagi seneng 2 warna itu deh…”, hahahahaha kami tertawa bareng, akhirnya….
tepat jam 18.05 kami berangkat, kami berncana naik becak aja, karena kalo naik labi-labi (sebutan untuk angkot di Aceh) kami harus berjalan lumayan jauh, padahal udah hampir waktu buka. 15 menit kemudian kami sampai di tempat yang kami tuju. Mie kocok 88. Karena belum waktu buka, kami malu-malu memasukinya.
Sambil menunggu, si Anis tilawah, sedang aku sms-an (keliatan dunk mana yang lurus mana yang enggak, hehehehehehe…). Beberapa menit menunggu, sirine tanda buka berbunyi, kamipun berdoa, panjaaaaaaaaaaaaaaang sekali, hehehehehe…kemudian makan. Aku berharap kami bakal ngobrolin tentang kami berdua atau apalah yang menyangkut kami berdua, tapi dasar Anis!! dia malah ngobrolin hal-hal yang gak ada hubungannya dengan kami. Anis Gak Romantis!!! Btw sapa yang aneh ya? Aku atau anis? Hmmmm…sepertinya kami sama-sama aneh, makanya itu masih bisa bertahan satu sama lain 5 bulan terakhir, hahahahahaha……
Selesai makan, kami bepisah jalan. Anis berniat i’tikaf dimasjid sampe waktu isya’ tiba, sedang aku memilih ketempat temen yang mau dibekam, hmmmm lagi-lagi terlihat beda yang lurus dan enggak, hahahahahaha…
Karena jalan yang akan kulalui agak gelap dan sepi aku minta anis ngeliatin aku dulu, dan dia mau. Setelah berjalan beberapa lama, aku liat anis masih melihat kearhku, bayangannya makin menjauh, karena aku terus berjalan. Tiba-tiba ada yang menghampiriku, memberhentikan sepeda motornya dihadapanku dan bertanya “Bareng yuk…Mau kemana?”, karena sepi ku iyakan aja tawaran baik orang ini, aku memboncengnya. Setelah hampir sampai ditempat yang kutuju, aku ucapkan terima kasih. HPku bergetar, sms dari Anis “Dijemput?”, Kubalas smsnya “Gak, gak tau sapa, ibu2, baik bgt, tnx…”hmmmm…so sweet…dia mengkhawatirkanku, legaaaaaaaaa… ternyata Anis punya cara sendiri untuk mengungkapkan romantisme-nya, hahahahahaha…
Buat AnisQ, Thanx beuh…memang cara kita beda dalam mencinta ukh!!!:-)