Uswah’s

Sekadar Penghibur, Pelepas Lelah, dan Penghangat Relung Jiwa

Setelah Sekian Lama

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 2:04 pm on Tuesday, December 2, 2008

Hmmm… Akhirnyaaaaaaaaaaa….setelah melewati hari-hari yang penuh kesibukan dikantor baru… Hari ini bisa bernapas lega. Beberapa tanggung jawab udah kelar. Tinggal jalan-jalan.

Sabang… pulau kecil ini begitu indah…

Ada Pantai Gapang…

Ada Pantai Iboih…

Ada Kilometer nol indonesia…

Ada benteng2 peninggalan jepang…

Cerita lengkapnya… tunggu aja edisi berikutnya, hehehehe…

Buka Berdua

Filed under: Aku dan Sahabat — uswah-2n at 3:46 am on Thursday, September 18, 2008

Beberapa hari yang lalu, saat aku dan teman sekamarku merencanakan jadwal harian dalam rangka menyambut kepulangan kami, tiba-tiba aku berfikir untuk ngadain buka berdua. Walaupun sebenarnya hampir tiap hari kami sahur dan buka berdua, hehehehehe… Waktu itu aku bilang “kapan kita buka berdua Nis?”, dengan gaya khasku. Anis pun menjawab “Ih…ngomongnya tu lho…kok aku jadi malu ya?”, hahahahaha…dasar Anis!! Gak da romantis-romantisnya, emang apa salahnya buka berdua denganku? Dengan sedikit paksaan, akhirnya dia setuju.

Renacananya buber-buka berdua- itu akan kami laksanakan hari selasa, tapi ternyata hari itu dia harus lembur. Bayangin aja, Romadhon?Lembur? deuh…dasar si Anis!! Sebel!! Gagal acara hari itu. Kamipun berencana mengganti esoknya, yaitu kemarin, Rabu, 17 sept 2008. Kami sepakat makan di Mie Kocok 88, selain jaraknya yang tidak begitu jauh dari kos, juga karena aku ada janji untuk membekam salah satu teman yang rumahnya berdekatan dengan lokasi.

Jam 15.45 saatnya pulang kantor, tapi kata Anis dia harus lembur karena kerjaannya yang kemaren belum kelar. Deu…aku mulai curiga, jangan-jangan gagal lagi ni acara, nasib…nasib…janjian ma orang sibuk… Aku pulang duluan, karena emang kalau nungguin Anis bisa jamuran aku dikantor.

Dikos, jam 16.45, si Anis belum menampakkan batang hidungnya, padahal dia gak pesek lho, hahahahahaha… Karena curiga akan gagal lagi acara, aku mulai bermalas-malasan. Aku tidur2an. Hingga, suara langkah yang sangat kukenal itu terdengar, dekat, makin mendekat ke pintu kamar. Ternyata memang benar, Anis pulang dengan wajah suntuknya. Pasti ada apa-apa ni dikantor.  Seperti biasa, aku hanya diam jika mendapati raut wajah Anis yang seperti ini. Aku cuma bisa bilang “Sabar to…”, sepertinya aku memang bukan sahabat yang baik, aku hanya bisa diam jika sahabatku ini sedang suntuk.

Kami putuskan aku yang mandi lebih dulu, karena sesuai kesepakatan, kami akan berangkat ketempat buka jam 18.00. Aku ambil handuk, lalu aku liat dideket jemuran, ada yang lucu. Teman kami sepertinya sedang gandrung dengan warna merah dan oranye, karena pakaiannya yang berwarna merah dan oranye dijemur semua. Aku tertawa melihatnya. terpikir untuk ngasi tau ke Anis, “hei…nis, sini deh, jemurannya lucu lho, warnyanya bagus tu… Liat deh”, tapi dasar si Anis, sepertinya dia gak mau bergeming.

Selesai mandi, giliran Anis yang mandi, dia ngambil handuk ditempatku tadi mengambil handuk, dia berkata “iya ya…lucu…” hmmm…mau ketawa juga dia, legaaaaaa… Kusahut “kan dah kubilang lucu, dua baris jemuran isinya pakaian warna merah ma oranye semua. Kayaknya mereka lagi seneng 2 warna itu deh…”, hahahahaha kami tertawa bareng, akhirnya….

tepat jam 18.05 kami berangkat, kami berncana naik becak aja, karena kalo naik labi-labi (sebutan untuk angkot di Aceh) kami harus berjalan lumayan jauh, padahal udah hampir waktu buka. 15 menit kemudian kami sampai di tempat yang kami tuju. Mie kocok 88. Karena belum waktu buka, kami malu-malu memasukinya.

Sambil menunggu, si Anis tilawah, sedang aku sms-an (keliatan dunk mana yang lurus mana yang enggak, hehehehehehe…). Beberapa menit menunggu, sirine tanda buka berbunyi, kamipun berdoa, panjaaaaaaaaaaaaaaang sekali, hehehehehe…kemudian makan. Aku berharap kami bakal ngobrolin tentang kami berdua atau apalah yang menyangkut kami berdua, tapi dasar Anis!! dia malah ngobrolin hal-hal yang gak ada hubungannya dengan kami. Anis Gak Romantis!!! Btw sapa yang aneh ya? Aku atau anis? Hmmmm…sepertinya kami sama-sama aneh, makanya itu masih bisa bertahan satu sama lain 5 bulan terakhir, hahahahahaha……

Selesai makan, kami bepisah jalan. Anis berniat i’tikaf dimasjid sampe waktu isya’ tiba, sedang aku memilih ketempat temen yang mau dibekam, hmmmm lagi-lagi terlihat beda yang lurus dan enggak, hahahahahaha…

Karena jalan yang akan kulalui agak gelap dan sepi aku minta anis ngeliatin aku dulu, dan dia mau. Setelah berjalan beberapa lama, aku liat anis masih melihat kearhku, bayangannya makin menjauh, karena aku terus berjalan. Tiba-tiba ada yang menghampiriku, memberhentikan sepeda motornya dihadapanku dan bertanya “Bareng yuk…Mau kemana?”, karena sepi ku iyakan aja tawaran baik orang ini, aku memboncengnya. Setelah hampir sampai ditempat yang kutuju, aku ucapkan terima kasih. HPku bergetar, sms dari Anis “Dijemput?”, Kubalas smsnya “Gak, gak tau sapa, ibu2, baik bgt, tnx…”hmmmm…so sweet…dia mengkhawatirkanku, legaaaaaaaaa… ternyata Anis punya cara sendiri untuk mengungkapkan romantisme-nya, hahahahahaha…

Buat AnisQ, Thanx beuh…memang cara kita beda dalam mencinta ukh!!!:-)

Kaktusku

Filed under: Aku dan Sahabat — uswah-2n at 7:35 am on Tuesday, September 16, 2008

Tadi malam, aku ingat rumah. Segera kutelpon rumah. Tuuutt..tuutt… “Assalamu’alaikum, sinten gih?”, suara diseberang. Waduh…suara laki-laki diseberang itu kan Bapakku. Kok tidak mengenaliku?? “ini Ely pak…”, sahutku. “Oh…Ely, lha nomere anyar ik nduk…ganti po?”, ups…aku lupa, tadi Anis memang membelikanku perdana baru. “Inggih pak, Pripun kabar griyo pak?”, bla..bla…bla…obrolan kami pun terus mengalir, hingga Bapak menyebut-nyebut sesuatu yang janggal…”kembang cilik sing neng ngarep kamar mandi kae mati nduk”…ting…ting…otakku mencari file, kembang???ha???!!!!!!!??? kembang cilik?? duh…itu kan KAKTUSKU!!! Kaktus yang kutitipkan pada adekku untuk menjaganya. “lha kok wonten ngajeng kamar mandi pak?”, Bapak menjawab “lha aku yo ora ngerti, koyone adekmu sing ndeleh kono”..DOENKKKK!!!! ya jelas mati lah…didepan kamar mandi kan lembab, ni adekku gimana si???

Akhirnya terjadilah kehebohan, aku menjerit-jerit histeris, Bapak hanya diam, sambil sesekali menyahut “yo aku ra ngerti” dengan polosnya…

Bukan apa-apa, kaktus itu adalah kaktus pemberian Firda, sahabatku. Kaktus itu diberikan sebelum aku berangkat ke Banda Aceh dengan pesan “Kaktus ini kurasa mirip denganmu, dirawat ya mbak…”, deu…..gimana sekarang aku akan mengahadapi firda. Padahal dia sangat sensitif dengan hal-hal seperti ini.

Firda…maaf ya… Maaf…

Mungkin kaktus pemberianmu tidak kujaga dan kurawat dengan baik, tapi persabahatan kita takkan kubiarkan bernasib seperti itu.

Kita akan tetap yang paling tau satu sama lain. Maaf ya firda’U…Maap…

Mati Lampu

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 6:55 pm on Wednesday, July 23, 2008

Tadi malam mati lampu, sepanjang malam, sampai pagi ini, mungkin juga sampe sekarang… Oh Indonesiaku, sepertinya memang sedang krisis energi republikku ini???

Namun, dimalam mati lampu tadi, aku mendapati diriku yang sebenarnya. Diriku yang kerdil dan ketakutan. Bermacam kekhawatiran menemani shalat malamku, pagi tadi, digelapnya Banda Aceh.

Kukira, diriku tegar

Kukira, diriku kuat

Kukira, diriku berani

Tapi ternyata diriku rapuh

Ternyata diriku lemah

Ternyata diriku penakut

Dimalam yang benar-benar kelam, bermacam pikiran mengusik tidurku.

Tentang ketakutanku akan kematian. Betapa kerdilnya…

Aku takut, tiba-tiba saat aku bangun dari sujud, sebuah senapan telah mengarah padaku dan aku akan bersimbah darah, padahal dosaku masih menggenang…

Aku takut, aku akan ‘pergi’, benar-benar pergi sebelum membuat bapakku tersenyum bangga padaku, sebelum membuat Bunda berbunga-bunga hatinya.

Aku takut, aku akan ‘pergi’ sebelum bertemu ‘takdirku’, belum juga genap separuh agamaku… A

ku takut, aku tidak akan punya kesempatan lagi…

Aku takut… hingga mengalirkan kegelisahan mendalam…

Allahummaghfirli…

Allahummaghfirli…

Aku dan -pun

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 11:12 pm on Sunday, July 20, 2008

Aku bergerak dalam diam

dan air dalam gelaspun kandas tanpa tilas

Aku bicara dalam sunyi

dan udarapun sesak oleh nafas

Aku menangis dalam tawa

dan hatipun lega tanpa cela

Aku berjalan dalam gelap

dan sebelah kakipun telah masuk jurang pengap

Ya Allah…ampuni hamba…

Dua bulan terlalu lama bu…

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 7:41 pm on Sunday, July 6, 2008

Ibu…

Tadi malam kulihat wajahmu disetiap sudut pandangku… Saat kubuka album dan kudapati fotomu dalam bingkai terindah, sesuatu yang dingin dan lembab mengusik sudut mataku, ternyata airmata…

Bu…kudendangkan shalawat kesukaanmu sebelum aku tidur…dan kudapati dalam mimpiku engkau belai rambutku…Kau salurkan kehangatanmu dengan pelukmu…

Ibu…masih terasa sentuhmu dalam mimpiku…Ucapmu "Nduk..El…tangi…jare meh poso?" Seketika menyadarkanku dari alam mimpi, kudapati engkau tak ada disampingku ibu…

Kembali kutarik selimut, berharap kau masih menungguku di alam mimpi ibu…Namun,..kudapati raut tak sukamu…

Aku tau…aku harus segera bangun dari mimpi ini, karna kau lebih menykaiku begitu

Aku bangun bu…

kuambil sejumput nasi, lalu kusuap perlahan-lahan…sambil membayangkan, ini nasi buatanmu bu…

Tak berapa lama kemudian, kuambil wudhu, kuadukan semua kerinduanku pada Rabb kita bu…Kusebut namamu berulang-ulang dalam sujudku…Kuhadirkan wajahmu dalam doaku…

Bu…apakah ini kerinduan??

Inginku hanya sederhana bu…Ibu ada disini…disisiku bu…

Atau cukuplah kirimkan aroma tubuhmu tuk temani hariku bu…

Ibu…kutuliskan rasa rinduku ini…maaf bu…aku tak punya cukup kata-kata indah tuk ungkapkan rasa rindu ini bu…hanya dengan kata-kata sederhana ini bu…

Ibu…tak sanggup lagi rasanya kutahan 2 bulan untuk bertemu denganmu…

Saat lebaran tiba…aku akan pelukmu sepuasnya

Ibu…

ibuku sayang…

Ibu terhebat yang pernah kutemui didunia

Obat-Mengobati

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 3:48 am on Tuesday, May 13, 2008

Hmm…terasa banget sakitnya jika merasa menyakiti seseorang. Bahkan kalau disuruh memilih, akan lebih nyaman disakiti daripada menyakiti. Saat kita disakiti…setidaknya kita hanya butuh obat untuk sembuh dari luka. Namun saat kita menyakiti, kita harus membawa obat untuk yang tersakiti. Membawa penyesalan lama karna telah menyakiti. Untuk orang-orang yang pernah, sedang dan atau akan kusakiti…maaf ya… semoga selalu ada maaf untukku…

Aku datang, sebentar lagi pulang

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 11:29 pm on Tuesday, December 18, 2007

Suatu tempat yang aku tuju

Buta…

Hanya secerca nyala lilin yang bisa aku andalkan

Aku akan tetap pulang….

Kepangkuan kehangatan

Yang selalu menanti dengan penuh kerinduan…

Ibu…aku tetap akan pulang…

Aku takkan pernah ‘benar-benar meninggalkanmu"

Dunia baruku

Filed under: Uncategorized — uswah-2n at 1:11 am on Tuesday, December 11, 2007